Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan meningkatkan penerimaan pajak tanpa perlu menaikkan tarif. Kuncinya, kata dia, ada pada profesionalisme aparat pajak, bea, dan cukai dalam menjalankan tugasnya.
“Saya akan merapikan pajak dan bea cukai supaya income saya meningkat tanpa menaikkan tarif, jadi pajak Anda enggak akan naik. Tapi, aparatur pajak dan bea cukai akan kita pastikan bekerja secara profesional,” ujar Purbaya, Minggu (12/10/2025).
Purbaya menilai, selama ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sudah memiliki banyak aparatur yang cerdas. Hanya saja, mereka sempat mendapat arah kebijakan yang kurang tepat.
“Sekarang kita arahkan ke arah yang betul dengan imbauan seperti ini, lu yang lama-lama enggak akan gua kejar, sekarang kita sama-sama membangun negara. Tapi dalam keadaan sekarang, kalau lu main-main lagi, gua sikat lu,” tegasnya.
Langkah penertiban itu sejatinya sudah dimulai. DJP telah memberhentikan 26 petugas pajak dan memeriksa 13 pegawai lainnya yang diduga terlibat penyelewengan. Gerakan bersih-bersih ini dimulai sejak Bimo Wijayanto menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak, dan akan segera diperluas ke lingkungan DJBC.
“Ke depan kita akan bersihkan aparat pajak maupun bea cukai dari praktik-praktik yang kurang baik. Saya enggak lihat ke belakang, tapi kalau ke depan masih macam-macam lagi, saya akan berhentikan juga,” tutur Purbaya.
Kasus pemberhentian 26 pegawai tersebut dilatarbelakangi oleh dugaan fraud saat proses penagihan tunggakan pajak. Bimo berharap kebijakan tegas ini dapat menekan kecurangan dan meningkatkan integritas aparatur pajak di seluruh lini.
“Nanti akan berkembang ya [berdasarkan hasil pemeriksaan], jadi enggak cuma 13 itu. Mudah-mudahan sih setop [pemecatan pegawai], kalau orangnya sudah baik-baik semua kan,” ujar Bimo.





